19/01/2021

Indo Pos News

Berita Terpercaya Sesuai Fakta

Tim Tabur Kejaksaan Ciduk DPO Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp 12, 8 Miliar di Parung

IPNews. Jakarta. Tim Tabur Kejaksaan RI kembali membuahkan hasil dalam perburuan terhadap para buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana,

“Kali ini di bawah komando Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Kejaksaan RI, Dr Sunarta SH MH, Tim Tabur Kejaksaan RI mengamankan Redo Setiawan (RS), buronan tersangka kasus korupsi pembangunan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin, Jambi.

“Tim Tabur Kejaksaan menangkap dan mengamankan tersangka RS di rumah kontrakannya di daerah Pasar Parung, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu pagi (25/11/2020) sekitar pukul 07.22 WIB,” ujar Sunarta kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Sunarta mengatakan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Nomor : PRINT-11/L.5/Fd.1/11/2019, RS ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Gedung Auditorium Serbaguna UIN Sultan Thaha Saifudin, Jambi, tahun anggaran 2018 yang kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp 12,8 miliar.

Sayangnya, kata Sunarta, setelah dipanggil secara patut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tersangka RS mangkir tak mengindahkan panggilan penyidik pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk diperiksa sebagai tersangka.

Bahkan, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini menghilang dari tempat tinggalnya di Perum Bukit Bilabong Jaya Blok C4 No 6 Keluarahan Bilabong Jaya, Kecamatan Langka Pura, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

“Akhirnya tersangka RS dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tindak pidana korupsi asal Kejati Jambi,” ucap Sunarta.

Menurut Sunarta, tersangka RS merupakan buronan ke -116 di tahun 2020 yang berhasil diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah di Indonesia, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.

Program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya, dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” tandas Sunarta.

Oleh karena itu, Sunarta mengimbau agar para buronan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sebab, dimanapun bersembunyi akan kami kejar dan tangkap para buronan itu,” tandas Sunarta. (wan).