14/05/2021

Indo Pos News

Berita Terpercaya Sesuai Fakta

Pemkot Bogor MoU BPKP” Fungsikan Pusdiklatwas Tempat Isolasi Covid – 19

IPNews. Bogor. – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Jawa Barat menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),guna memfungsikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP untuk dijadikan Pusat Isolasi Pasien Covid-19.

“Kesepakatan kerjasama yang diwujudkan melalui penandatanganan antara Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Pemkot Bogor dan Pemerintah Pusat melalui BPKP.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan kamis (4/3/2021), “Perjanjian kerjasama ini merupakan wujud sinergi dan komitmen kedua belah pihak dalam menanggulangi pandemi Covid -19.

Bima Arya juga menuturkan, Pusat Isolasi Pasien Covid-19 di Pusdiklatwas milik BPKP sangat layak dan ideal sebagai tempat isolasi karena sudah memiliki sarana dan prasarana memadai.

” Untuk itu kami atas nama Pemkot Bogor Jawa Barat, mengapresiasi BPKP yang telah berpartisipasi dan berkontribusi untuk penanganan pasien Covid -19 di wilayah Bogor.pungkasnya.

” Apalagi Asrama Pusdiklatwas BPKP ini akan diprioritaskan untuk pasien yang tanpa gejala dan tempat ini sudah dapat difungsikan dalam waktu dekat tukasnya.

Sementara, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengungkapkan,” Asrama Pusdiklatwas BPKP beserta dengan fasilitas pendukungnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan tempat isolasi mandiri secara aman dan nyaman.

“Ini komitmen BPKP untuk hadir dan bermanfaat kepada masyarakat, saya juga sudah intruksikan kepada seluruh perwakilan di 34 provinsi untuk bisa memanfaatkan sarana dan prasarana dalam upaya percepatan penanganan penanggulangan Covid-19,” ujarnya

Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan, meskipun tingkat keterisian rumah sakit di Bogor, Jawa Barat terus menurun akan tetapi pemkot Bogor masih terus mengantisipasi apabila kembali terjadi lonjakan pasien Covid-19.

“Terima Kasih BPKP dan jajarannya dengan sangat sigap telah memfasilitasi semua, kita harus siap-siap, kita tidak pernah tau ada lonjakan atau tidak sehingga harus ada rumah sakit ataupun fasilitas isolasi,” imbuhnya.

Selanjutnya penandatanganan kerjasama Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP, Arief Tri Hardiyanto dan Walikota Bogor Bima Arya, dihadiri, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Eri Satriana, Kepala Biro Umum Raden Suhartono serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno dan Direktur RSUD Kota Bogor.(her).

Bagikan Berita Ini :